Pangalo!: Perapal dari Pinggiran

Pada satu sore yang penuh gemuruh dan mendung, kami ajak Pangalo! untuk ngobrol soal album paling akhir terakhirnya, Hurje!: Maka Merapallah Zarathustra. Dipandu oleh Andrew sebagai penyiar dadakan, mencoba mendudukkan sang raper di tengah pengembaraannya ke Bandung dan Jogja.

Obrolan super santai ini sengaja kami rancang untuk menetralkan kecepatan, kepepatan dan buncah rapal yang bisa kita bayangkan atas sosoknya di dalam Hurje!

Kami mencoba menjinakkan kebuasan beberapa baris sompral di Hurje!, mengurai dan malah menjadikannya saling bertindih antara harapan dan kekalahan, militansi dan kompromi dan tentu saja kenekatan sekaligus kegamangan. Sesuatu yang mungkin luput kita sadari ketika menyimak barisan lagunya.

Pangalo! menjadi lebih menarik untuk disimak karena dia bukan berasal dari wilayah kantong hip-hop tanah air, sebut saja Jawa. Bukan pula Medan. Ia berasal dari emperan Danau Toba, suatu lokus yang dia coba perkarakan.

Tapi mohon maaf, dikarenakan tak satupun kru Solidario yang lulus pendidikan dasar hip-hop, maka obrolan ongkang-ongkang ini kami intensifkan pada perspektif, kontradiksi atas sang perapal itu sendiri. Sesuatu yang barangkali akrab dengan kita. Podcast ini dapat diunduh melalui link ini.

Check sound, listeners~

yeah~

Sound Operator & Editor: Fiky Daulay 
Cover: Anti-Tank
MC Dadakan: Andrew L. Gaol
Warlok: Anes, Arci Arfrian, Bimbim.