Mereka Pernah Berada di Temon dan Melihat sesuatu Terjadi di Sana

Proyek ini berasal dari kolase suara yang pernah dipraktikkan di Festival Guyub Murup dalam program Ngaji Swara. Program tersebut adalah penyusunan ekspresi bunyi secara kolaboratif yang biasa diselenggarakan rutin di Ruang Gulma. Proses Ngaji Swara di Temon melibatkan beberapa musisi, relawan temantemon, dan masyarakat Temon sendiri serta siapapun yang ingin ikut merespon dan menciptakan bunyi yang di amplifikasi bersama-sama di ruang terbuka. Kami percaya bahwa suara dapat merambat apabila medium yang digunakan memang memungkinkan. Bunyi-bunyian yang diciptakan saat itu bertujuan agar apapun yang dirasakan partisipan NgajiSwara disana dapat merambat sebagai kabar mengenai perasaan yang berkecamuk setelah melihat situasi temon, atau hanya gerundel-gerundel emosi. Setelah proyek tersebut selesai, kami sepakat untuk menyusun kembali dalam bentuk komposisi musik ambience. Komposisi bunyi yang diciptakan juga menyertakan audio footage mengenai apa yang terjadi di temon saat proses perubahan sosial geografis berlangsung sehingga terbentuklah musik yang merangkum rasa rindu, marah, nyaman ataupun tidaknyaman, tangisan dan berbagai ekspresi lain yang terjadi disana. Lalu apa maksud dari semua itu? Sebagai medium audiovisual, tugas karya ini selanjutnya akan bergerak sendiri melalui proses distribusi, baik secara fisik maupun online. Sehingga apa yang telah kami susun menjadi upaya amplifikasi mengenai hal-hal yang terjadi di Temon, Kulon Progo. (Ruang Gulma)